Sabtu, 21 Juni 2014

Peternak Sapi Indonesia Masih Anti-Teknologi

BOGOR - Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), telah menghasilkan teknologi untuk meningkatkan produksi sapi di Indonesia. Namun kenyataan di lapangan, para peternak sapi enggan untuk mengadopsi teknologi yang diperkenalkan untuk meningkatkan hasil panen.

Para peternak sapi di Indonesia dikatakan oleh salah satu peneliti dari LIPI, Syahrudin Said, menolak untuk menggunakan teknologi dalam beternak sapi. "Mereka bilang, 'Ah, tanpa teknologi itu saja, sekali panen sapi sudah bisa buat makan setahun', padahal peternakan yang mereka jalankan sekarang masih menghasilkan produksi yang sedikit," kata Syahrudin saat kunjungan ke industri peternakan sapi PT Karya Anugerah Rumpin (KAR), di Bogor, Jumat (16/11/2013) malam.

Oleh karena itu, lanjut Syahrudin, di sinilah peran pemerintah untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan kepada para peternak sapi di Indonesia agar mau menggunakan teknologi yang diperkenalkan oleh LIPI, yakni IB Sexing dan Embrio Transfer. 

Namun hingga saat ini, pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah belum dilakukan maksimal. Pemerintah mengirimkan utusannya untuk memberi penyuluhan dan pendampingan kepada peternak sapi hanya sebatas satu sampai dua tahun. Namun seharusnya, kata Syahrudin, pendampingan dilakukan terus menerus.

"Pendampingan itu never ending, harus terus menerus. Jangan hanya dua tahun lalu ditinggalkan," ujar peneliti reproduksi hewan dari LIPI ini. 

Syahrudin menambahkan, rata-rata kendala yang didapatkan oleh para peternak sapi di berbagai daerah adalah tingkat kematian ternak yang cukup tinggi. Itu dikarenakan bibit, pakan, dan manajemen pemeliharaan yang tidak baik. 

"Jika para peternak sapi di Indonesia secara keseluruhan menggunakan teknologi ini, produksi daging sapi tentu akan meningkat, dan swasembada pangan bisa tercapai," tutup Syahrudin. 

Sementara itu Kepala LIPI, Lukman Hakim, mengamini pendapat tersebut. Ia mengatakan, peternakan hewan yang tak dilandasi dengan ilmu pengetahuan akan menghasilkan panen yang buruk.


Sumber : http://techno.okezone.com/read/2013/11/15/56/897743/peternak-sapi-indonesia-masih-anti-teknologi

Senin, 10 Maret 2014

Makalah tentang Bela Negara : Mengepakkan Sayap Inovasi Untuk Pembangunan Indonesia



PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dewasa ini negara Indonesia masih belum bisa terbebas sebagai negara jajahan. Jajahan memang masih identik dengan perang, hanya saja dalam rangkaian yang terjadi di masa ini Indonesia dijajah bukan dalam bentuk perang pertumpahan darah tetapi perang dalam segi ketergantungan kehidupan.  Ekspor impor yang tidak seimbang membuat masyarakat hampir 90% tidak mengetahui produk dalam negeri dan membuat masyarakat tergantung pada produk luar negeri.

Sabtu, 18 Januari 2014

Contoh Makalah Tentang Dakwah


METODE DAKWAH DALAM KELUARGA DAN MASYARAKAT
TUGAS MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
------------------------------------------
2014